BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 28 April 2010

Menu Seimbang Bagi jantung

Menu Seimbang bagi Jantung

JANGAN salah sangka, penyakit jantung koroner bukanlah penyakit masa kini. Sekelompok tim peneliti Inggris Januari lalu melaporkan temuannya di jurnal kedokteran terkemuka, Lancet: penyakit itu pun telah ada pada zaman Mesir kuno.

Pada sesosok mumi yang berumur lebih dari 3.500 tahun, mereka menemukan beberapa jejak penyakit jantung koroner, antara lain pengapuran (aterosklerosis) pada pembuluh darah. Memang tak jelas apakah sang mumi-tentu datang dari kalangan bangsawan-di masa hidupnya menganut gaya hidup modern, misalnya sedikit gerak, stres tinggi, dan makanan berlimpah lemak. Yang jelas, para ahli telah sepakat bahwa gaya hidup modernlah yang membuat jantung tak lagi tokcer, dan rawan penyakit.

Sejalan dengan makin besarnya penganut gaya hidup modern, penyakit jantung koroner kini menjadi momok kesehatan yang utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 7,2 juta jiwa di seluruh dunia melayang setiap tahun akibat penyakit sepanjang zaman itu. Meskipun tak ada data rinci, Departemen Kesehatan memastikan bahwa penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian utama di Indonesia.

Menyimak laju agresif penyakit jantung, agaknya tak ada cara yang lebih ampuh daripada upaya pencegahan. Hal itu diingatkan kembali dalam peringatan Hari Jantung Se-dunia, yang diperingati setiap 30 September. Resep menjaga kesehatan jantung itu sendiri sebenarnya klasik: giat berolahraga, mengendalikan stres, menyingkirkan rokok, dan menjaga menu seimbang.

Kali ini, Yayasan Jantung Indonesia memberi tekanan yang lebih penting pada soal menjaga menu seimbang. Menjaga menu seimbang, menurut Harmani Kalim, dokter ahli jantung Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, jauh lebih berguna ketimbang mengonsumsi suplemen makanan, semahal apa pun. Memang, sekarang ini perusahaan farmasi membanjiri pasar dengan ratusan suplemen makanan untuk jantung, misalnya penurun kolesterol, penurun tekanan darah, dan pelancar sirkulasi darah.

Tak hanya itu, makanan tradisional seperti jamur kombu pun turut meramaikan pasar. Masalahnya, seperti apa sebetulnya menu seimbang bagi penderita jantung, terutama yang pas buat orang Indonesia? Jawaban yang mendetail memang belum tersedia karena panduan nutrisi umumnya berdasar kondisi masyarakat Barat. Padahal orang Barat lebih banyak menyantap lemak dan protein hewani, yang kalorinya pas bagi iklim, aktivitas, dan postur tubuh mereka.

Nah, bila orang Indonesia sekadar mengekor pola konsumsi masyarakat Barat, yang terjadi justru penumpukan lemak yang tak diperlukan tubuh. Akibatnya, kadar kolesterol meningkat, dinding pembuluh darah menebal, dan muncul aterosklerosis yang rawan terhadap penyakit jantung koroner. Untuk itulah, "Kita butuh panduan pola makan ideal yang khas Indonesia," kata Harmani.

Yayasan Jantung Indonesia pun sadar akan perlunya panduan nutrisi khas negeri ini. Menurut Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia, Masino, panduan itu kini tengah dirancang oleh sebuah tim yang terdiri dari ahli kardiologi dan pakar gizi. Dalam panduan ini, para ahli akan mengukur kadar gizi beragam makanan khas Indonesia, seperti tahu, tempe, oncom, dan emping.

Namun, lepas dari pola makan, pembuluh darah memang menebal seiring bertambahnya usia. Setiap tahun, pembuluh darah menebal tiga persen saat kita memasuki usia 20 tahun. Karena itu, Harmani menyarankan check-up rutin agar laju penebalan pembuluh darah bisa dihambat, baik melalui diet ketat maupun dengan obat-obatan. Langkah ini terutama berguna bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun, yang irama metabolismenya sudah mulai mengendur.

Suara senada muncul dari Winarto, ahli tanaman obat yang mengelola Klinik Herbal Karyasari, Jakarta. "Jantung orang berusia di atas 45 tahun butuh perhatian yang lebih khusus," katanya. Caranya cukup gampang, makanlah (seperti lalapan) tiga lembar daun dewa (Gynura segetum) setiap sore. Tanaman yang sepintas seperti semak liar ini dikenal berkhasiat sebagai antipenggumpalan darah dan melancarkan sirkulasi darah. Dengan daun dewa, menurut Winarto, timbunan lemak pada dinding pembuluh darah akan tergusur dan darah kembali mengalir lancar.

Tapi, sekali lagi, tanaman obat saja tak berguna bagi jantung bila si pengguna mengabaikan gaya hidup sehat. Resep klasik rajin berolahraga, makan dengan menu seimbang, dan pintar mengendalikan stres tetap berlaku. Mardiyah Chamim

Kamis, 01 April 2010

cerita humor

Hati-hati Membeli Toyota Kijang


Berikut ini ada sharing dari seorang kawan kita mengenai pengalamannya membeli Toyota Kijang. Rudy (kawan kita) baru saja membeli mobil gres Toyota Kijang pada akhir Maret lalu, type LGX bensin model lampu terbaru (kristal).

Sehari setelah sampai di rumah, dengan riangnya sang istri menyambut kedatangan mobil baru tersebut, alhasil mobil tersebut dicoba bersama sang anak. Namun anehnya mobil tersebut tidak seperti yang diharapkan oleh sang istri, mobil tersebut mengalami gangguan mesin yang sangat fatal, yaitu mobil tersebut tidak dapat dilakukan pindah gigi dari 1 menuju ke gigi 2, maka yang terjadi mobil tersebut loncat ke gigi 3.

Keesokan hari sang istri bersama Rudy pergi ke salah satu bengkel Auto 2000 yang terdekat (bengkel resmi), mobil tersebut masih dalam masa garansi. Tetapi pada waktu kawan kita complain ke mekaniknya, dengan mengatakan bahwa mobil tersebut tidak bisa pindah ke gigi 2 dan langsung ke gigi 3, maka sang mekanik (Nurahmat, kepala montir) hanya bengong dan tidak merespon sambil mengerjakan mobil lainnya, kesal dan geram menjadi satu seketika itu juga saat montir tersebut terus tidak acuh.

Merasa dicuekin akhirnya kawan kita membentak montir tersebut dan minta penjelasan mengapa di bengkel sebesar ini (Auto 2000) konsumen tak diacuhkan complain-nya, maka dengan muka sedikit bersabar serta tanpa dosa sang montir mengatakan itu sudah resiko bapak memilih kijang, kontan saja Rudy makin naik darah, khan bapak sudah tahu lanjutnya, di tv serta di koran juga sudah dijelaskan kalau kijang MEMANG TIADA “DUA”-NYA (jadi dari gigi ke 1 langsung ke gigi 3, 4 dan 5). =))









Telah ditemukan virus-virus flu (bukan virus komputer lho!) baru oleh para ilmuwan ’sono’, katanya lebih fatal dari flu biasa dan diduga hasil mutasi virus influenza biasa (common flu).

Jadi kalau Anda merasa flu-batuk-pilek lebih baik segera cek ke dokter.

Daftar flu-flu baru yang perlu diwaspadai beserta asal dan gejalanya seperti di bawah ini:

1. Flu Burung
Asal: ya dari burung
Gejala: Ingus meler, kepala pusing 8 keliling, timbul keinginan untuk makan serangga

2. Flu Hongkong
Asal: Afrika… yaa Hongkong… gimana seeh…
Gejala: Ingus meler, mata jadi sipit, kelakuan kaya’ drunken master

3. Flu Bola (Soccer Flu)
Asal: Eropa dan Amerika Latin
Gejala: Katanya sih bikin orang nggak tidur

4. Flu Sapi Gila (Mad Cow Flu)
Asal: Eropa
Gejala: Kayak rabies, pengennya sarapan rumput

5. Vlu Dimir Rasputin
Asal: Rusia
Gejala: bersin-bersin, bersin-bersin

6. Flumenco De La Passione
Asal: Spanyol, Mexico
Gejala: Suka telenovela, birahi meningkat

7. Flurting-around
Asal: lawan jenis
Gejala: Horny

8. Apa Flu Liat-liat!?
Asal: Sendiri
Gejala: BT

9. Fluktuasi
Asal: Nggak jelas, bisa dari atas, bisa dari bawah
Gejala: Naik turun

10. Flu Aja Kok Repot!
Asal: Gus Pur
Gejala: Ingus meler, mata turun, asbun, ngomong ngelantur, angin-anginan, budeg, jalan nubruk-nubruk, sering ketiduran, suka ngigo, percaya tahayul, perut kembung, stress, dyslexia, halusinasi